12 November 2013

Music is My Blood



image from www.google.com


image from www.google.com
Bermain musik itu menyenangkan. Lewat musik, kita bisa melampiaskan segala isi hati. Menurut saya semua orang suka dan butuh SENI!! Tidak terkecuali kebutuhan akan seni musik. Bermain musik atau mendengarkan musik merupakan salah satu aktivitas yang erat hubungannya dengan jiwa. Buat saya musik itu dahsyat. Harmonisasi nada yang keluar dari lantunan alat-alat musik, disadari atau tidak hal tersebut membuat jiwa kita nyaman.

Jenuh



image from www.google.com
Mungkin ini yang dikatakan titik jenuh. Ketika tidak ada hal yang membuat kita bersemangat menjalani aktivitas sehari-hari. Aktivitas yang hanya itu-itu saja. Perputaran waktu yang kita habiskan hanya dengan melakukan hal yang sama dari hari ke hari tentu membuat rasa jenuh dalam diri muncul. Segala sesuatu yang sebelumnya sempat kita cita-citakan untuk kita miliki ataupun kita lakukan dan kini berhasil kita raih lama kelamaan kebosanan akan hal tersebut akan muncul. Ya, itu semua adalah hal yang wajar dalam menjalani kehidupan. Dan itu lah yang saat ini sedang saya rasakan.
Mahasiswa tingkat akhir yang sedang dalam proses penyusunan proposal skripsi, ya itulah saya. Jadwal kuliah yang semakin renggang tidak sepadat tingkat-tingkat awal, membuat kebersamaan bersama teman di kampus semakin berkurang. Belum lagi seringnya dosen yang tidak masuk karena ada tugas lain yang tidak bisa ditinggalkan, otomatis membuat kegitan kuliah menjadi tidak karuan. Walaupun sebenernya seneng juga ketika doesen tidak masuk kuliah, secara BEBAS broo, gak usah belajar, bisa langsung keluar kelas !! hehe.
Perasaan seperti itu memang sering saya rasakan khususnya pada saat kuliah di semester-semester awal. Namun entah kenapa, saat ini di saat saya menginjak kuliah di tingkat akhir, kok rasanya seperti betah berada di kampus. Entahlah saya pun tak mengerti. Apa karena perkuliahan tinggal sebentar lagi jadi saya sangat menikmati momen-momen bersama teman?? Yes, bisa jadi. Atau juga karena lagi seneng-senengnya belajar sama dosen, jadi serasa rugi kalau gak belajar?? Bisa jadi..haha. Atau mungkin juga ada perempuan yang saya suka di kampus yang secara tidak langsung membuat saya betah lama-lama ada di kampus????? bisa jadi ..hehe. Tapi memang ada satu perempuan yang membuat saya kagum bahkan semenjak saya pertama masuk universitas ini pun saya sudah kagum terhadapnya. Tapi salahnya saya kalah start..he Terlebih saat ini saya lebih tau dan lebih mengenal karakter serta pribadinya itu karena kita satu jurusan dan satu konsentrasi pula. Dia baik, cantik, pintar, rajin, kreatif, aktif, ramah, mandiri, dan dia juga orangnya lembut. Saya tahu dia sudah punya pacar, satu kampus juga. Dan satu hal lagi yang membuat saya kagum terhadapnya adalah dia merupakan perempuan yang sangat menghormati dan menghargai pasangannya dan dia juga sepertinya perempuan yang setia. Susah loh, cari yang seperti itu jaman sekarang. (curhat dikit bro) .hehe eitss, tapi ini semua hanya sebatas mengagumi ya.. 
Lanjut berbicara tentang titik jenuh, semua orang pasti pernah mengalami dan berada pada titik jenuh ini. Saya sendiri bingung, apa ya yang kira-kira bisa kembali membangkitkan gairah dan semangat dalam menjalani aktivitas sehari-hari, ketika keadaannya seperti ini??.. mencoba sesuatu yang baru!! Yes, mungkin itu solusinya. Tapi apa kira-kira?  -_-"

12 Oktober 2013

Asal Usul Tahu Sumedang

Tahu Sumedang


Hai sobat, kali ini saya ingin mempromosikan makanan khas kota tempa tinggal saya (Sumedang), apalagi kalau bukan Tahu Sumedang. Yes, tahu sumedang ini sudah sangat terkenal di Indonesia. Walaupun kini banyak daerah-daerah lain di Indonesia yang menjual bahkan memproduksi tahu sumedang, namun cita rasa tahu sumedang yang asli di buat di Sumedang tentunya memiliki rasa yang berbeda.  Di bawah ini saya akan share mengenai sejarah atau asal usul Tahu Sumedang. Cekidoot!!!
Tahu Sumedang nyaéta tahu nu asalna ti Sumedang, Jawa Kulon. Tahu ieu biasana digoréng nepi ka rada garing, semu coklat, tur asin. Cocog lamun didahar jeung lontong. Sanajan asalna ti Sumedang, tahu ieu kiwari geus loba dijieun di wewengkon lianna di Indonésia.
Sajarah Tahu Sumedang                                                 
Bermula dari kreativitas yang dimiliki oleh istri Ongkino, yang memang semenjak awal sebagai orang yang pertama kali memiliki ide untuk memproduksi Tou Fu (dari bahasa Tionghoa, Hokkian "tau hu", yang berarti sama) yang lambat laun menjadi berubah nama menjadi "Tahu".
Tahun demi tahun, Ongkino beserta istri tercinta terus menggeluti usaha mereka hingga sekitar tahun 1917 anak tunggal mereka Ong Bung Keng menyusul kedua orang tuanya ke tanah Sumedang. Bung Keng kemudian melanjutkan usaha kedua orang tuanya yang sampai keduanya memilih kembali ke tanah kelahiran mereka di Hokkian, Republik Rakyat Cina.
Melalui alih generasi Ong Bung Keng, anak tunggal Ongkino, terus melanjutkan usaha yang diwariskan dari kedua orang tuanya hingga akhir hayatnya di usia 92 tahun. Di balik kemasyhuran tahu Sumedang ada pula kisah yang berbau mistik, seperti apa yang diceritakan cucu dari Ongkino, Suryadi. Sekitar tahun 1928, konon suatu hari tempat usaha sang kakek buyutnya, Ong Bung Keng, didatangi oleh Bupati Sumedang, Pangeran Soeria Atmadja yang kebetulan tengah melintas dengan menggunakan dokar dalam perjalanan menuju Situraja.
Kebetulan, sang Pangeran melihat seorang kakek sedang menggoreng sesuatu. Pangeran Soeria Atmadja langsung turun begitu melihat bentuk makanan yang amat unik serta baunya yang harum. Sang bupati, Pangeran Soeria Atmadja kemudian bertanya kepada sang kakek, "Maneh keur ngagoreng naon? (Kamu sedang menggoreng apa?)". Sang kakek berusaha menjawab sebisanya dan menjelaskan bahwa makanan yang ia goreng berasal dari Tou Fu China. Karena penasaran, sang bupati langsung mencoba satu. Setelah mencicipi sesaat, bupati secara spontan berkata dengan wajah puas, "Enak benar masakan ini! Coba kalau kamu jual, pasti laris!".
Tak lama setelah kejadian ini, Tahu Sumedang digemari oleh penduduk Sumedang dan kemudian sampai ke seluruh Indonesia.
Oke, buat kalian yang sengaja maupun tak sengaja dating ke kota Sumedang, WAJIB mencoba makanan yang satu ini. Karena selain rasanya yang gurih dan nikmat, tahu Sumedang ini juga merupakan oleh-oleh khas Kota Sumedang. Jadi sangat cocok untuk di bawa sebagai buah tangan. Penasaran??? Ayooo berkunjung ke kota Sumedang, dan rasakan sensasi luar biasa dari Tahu Sumedang.
Sumber referensi: http://id.wikipedia.org/wiki/Tahu_Sumedang